Renungan Sore

article-2115325-122E0A00000005DC-512_964x645

Apa kau pernah merasa tiba-tiba hampa dan tidak tahu apa penyebanya?

Apa kau pernah tidak dapat mengontrol air matamu sendiri yang tiba-tiba jatuh tanpa kau sadar apa yang sebenarnya kau rasakan?

Aku pernah.

Continue reading “Renungan Sore”

Advertisements

Aku (Pernah) Mencintainya

4648874_l

Apakah kau pernah merasa terhianati oleh dirimu sendiri? Aku pernah. Tunggulah, aku akan memberitahumu sebuah cerita.

Ada masa, dimana aku bergitu tamak dan ingin semua hal yang ada di dalam hidupku sempurna. Aku berusaha selalu mengatakan dan menjelaskan kepada semua orang bahwa aku ingin menalukan dunia. Aku begitu sombong seolah aku memang mampu mengatasi semuanya seorang diri.

Pada saat itu, aku jatuh cinta.

Continue reading “Aku (Pernah) Mencintainya”

Hai, Tuan

33689820_l

 

Aku merasa menjadi orang yang paling tidak beruntung di dunia. Mungkin Dewi langit sudah lelah mendengar semua celotehan yang sering kali aku tujukan padanya. Mungkin juga penghianat Surya sudah berani menampakkan warnanya yang sesungguhnya, sehingga Dewi langit murka terhadapku. Ah, penghianat.

Aku berjalan sendiri seperti orang bodoh yang berharap menemukan obat atas rasa sakit yang aku derita ini. Apa aku boleh bekeluh kesah sementara aku sendiri yang secara tidak langsung menyebabkan rasa sakit di dadaku ini tidak kunjung menghilang? Sepertinya aku tahu jawabanya.

Aku mencintaimu, Tuan.

Kau tidak percaya? Apakah karena aku memiliki wajah yang kaku lalu kau tidak percaya? Atau karena aku memiliki gengsi yang mungkin melebihi jarak antara perpaduan bulan dan matahari makanya kau beranggapan bahwa itu dusta?

Aku pernah berkata, aku pernah tersakiti dan takut untuk jatuh cinta. Tapi tidak lantas kau berhak mengadili bahwa aku tidak pernah jatuh cinta.

Bukti? Bukankah aku sudah mengatakannya bahwa aku mencintaimu?

Aku memang tidak sempurna, Tuan. Tidak ada hal yang membuatmu merasa bahwa aku memang layak untuk kau perjuangkan. Tapi tidak berarti bahwa kamu berhak untuk menghakimiku dan menilai jika aku tidak baik.

Akupun manusia, Tuan. Aku yakin cintaku tidak sempurna. Dan aku sepenuhnya sadar akan hal itu. Tapi lalu kau ingin menghakimiku seolah aku yang salah dan memberikanmu ketidak sempurnaan. Kau egois, Tuan. Kau lupa bahwa kaupun tidak sempurna.

Spring Melody

picture credit: http://tricity.abuyerschoice.com/multisites/tricity/images/green-hd-spring-wallpaper.jpg

Sayang sekali manusia tidak dapat membangun sebuah bangunan yang diisi dengan semua kenangan yang pernah terjadi dalam hidupnya, menyimpan semua orang yang pernah hadir di dalam kehidupannya, dan menyimpan semua cerita dalam sebuah wadah yang disebut gudang kenangan.

Ah, andai semua itu nyata. Aku duduk bersandar di tepi jalan dengan pepohonan tinggi menjulang yang siap menjatuhkan daunnya kapan saja. Tidak banyak orang berlalu lalang, hanya beberapa orang berjalan santai sambil mendengarkan musik seorang diri, atau bercengkerama sambil berlarian kecil. Sore ini memang sangat indah.

Continue reading “Spring Melody”

Rindu

030512_1435_akurindu1
credit picture: https://fitrimelinda.files.wordpress.com/2012/03/030512_1435_akurindu1.jpg?w=620

Apakah aku sadar bahwa kehilangan adalah ketakutan terbesar dalam diri manusia?

Aku sadar, dan aku sendiri tengah mengalami ketakutan itu. Ketakutan yang sebelumnya bahkan tidak pernah terbersit sedikitpun di dalam kepalaku.  Kepalaku sepertinya terserang serangkaian bakteri langka yang mungkin sudah mengubah kinerja otakku tanpa sepengetahuanku. Aku tidak pernah berpikir sebelumnya, bahwa aku benar-benar takut saat menyadari dia tidak lagi ada di sisiku. Aku tahu siapa aku sebenarnya. Tidak ada rasa kehilangan yang begitu nyata ini terjadi sebelumnya. Apa aku benar-benar telah berubah?

Continue reading “Rindu”

What is This Called?

Love-Hurts-11
Credit Picture: http://love.catchsmile.com/wp-content/uploads/Love-Hurts-11.jpg

Mungkin eksistensi dirimu adalah bukti nyata bahwa perasaan manusia dapat berubah. Aku sadar, sebagai nama yang mungkin dengan mudahnya kau anggap ketiadaannya aku tidak dapat menuntut apapun darimu, termasuk kau yang dengan lantang mendobrak masuk melintasi dunia yang sebelumnya sangat tenang karena hanya ada aku di sana.

Kopi yang aku teguk perlahan masuk ke kerongkongan, meninggalkan sisa rasa manis dan pahit getir yang sangat melekat di lidah dan langit mulutku. Entah sejak kapan aku menjadi seperti pengemis yang bahkan tidak tahu apa yang aku minta. Mungkin aku hanya segelintir orang yang baru belajar dan memahami yang kata orang dinamakan cinta. Oh ayolah, siapa manusia yang cukup bodoh untuk bertekuk lutut di hadapan seorang manusia yang lain hanya demi mempertahankan ke’ada’an sesuatu yang entah itu cinta atau apalah yang orang lain pernah bilang.

Pernah suatu ketika aku menghina apa yang orang gila itu lakukan saat aku bertanya, bagaimana orang seperti dia mampu bertekuk lutut di hadapan mahluk paling hina yang mungkin hanya menganggapnya sebagai salah satu perhiasannya, yang mungkin akan dapat setiap saat dibuang.

Namun sepertinya kini aku merasakan apan yang sering orang lain katakan itu. Katakanlah aku memang gila, menganggap semua yang pernah orang lain katakana itu hanya sebuah alibi untuk menyelamatkan kegilaan yang sesungguhnya. Namun sepertinya aku terlalu tinggi menganggap diriku sendiri. Aku pun pada akhirnya jatuh di lubang yang sama, cinta.

Continue reading “What is This Called?”

Loved

walk-200x300
Credit Picture: http://www.unexpressedthoughts.com/wp-content/uploads/walk-200×300.jpg

Satu hal yang mungkin aku baru sadari adalah aku pernah bersalah padanya. Aku teringat malam itu saat dia menatapku dengan marah, dan menanyakan keputusanku yang menurutnya tak beralasan. Aku hanya berharap aku dapat menghilang saat itu juga. Aku takut pada Andika yang itu. Bukan Andika yang meskipun ekspresinya dingin namun sorot matanya hangat, melainkan Andika yang menakutkan dengan sorot mata yang penuh luka. Aku rasa aku telah menyakitinya.

***

Continue reading “Loved”